Tips Backpacker ke Bromo

Tips Backpacker ke Bromo

Tips Backpacker ke BromoWisata Ke Bromo? Back packer saja!
Mau menikmati hamparan pasir di kaki gunung? Atau mau menikmati lereng gunung yang tampak seperti ukiran hijau berpadu coklat nan indah? Atau ingin menikmati suguhan minuman dan makanan Khas Bromo seperti Nasi Aron dan Minuman Pokak yang menyehatkan? Atau ingin menyambut sunset yang sangat indah dari lereng sebuah gunung? Atau lebih jauh lagi, kamu ingin menyaksikan bentuk kepingan alam semesta yang kita tinggali ini? Bila semuanya ada di pikiran kamu, segera putuskan untuk berangkat ke Bromo. Gunung yang penuh dengan kearifan lokal itu punya sekian banyak pesona yang tidak dimiliki gunung lainnya di Indonesia. Lalu bagaimana caranya pergi ke sana? Kami sarankan, pakai cara back packer aja. Berhubungan dengan ini, kali ini kami akan memberikan beberapa tips backpacker ke Bromo.

Alokasi waktu
Berlibur ke Bromo tidak perlu menunggu libur sekolah. Berlibur ke Bromo juga tidak perlu menunggu hari-hari besar ke agamaan, seperti hari raya, natalan, waisak dan sebagainya. Sebab justru pada hari-hari itu, kawasan Bromo akan sangat padat sekali.

Berwisata ke Bromo dapat dilakukan di akhir minggu saja. Kamu dapat memilih hari Sabtu dan Minggu untuk menikmati paket midnight Bromo. Kamu dapat berangkat setelah pulang kantor di hari jumatnya.

Untuk menikmati berbagai fasilitas alam khas Bromo, kamu juga perlu mengetahui jadwal pergantian musim. Hal ini menyangkut pemandangan milky way khas Bromo. Milky Way Bromo hanya dapat dinikmati pada musim kemarau saja, yakni berkisar antara bulan April-September.

Pilih hotel yang memiliki akses dekat dengan Bromo
Dalam memilih penginapan di sekitar Bromo tidak perlu yang terlalu mahal. Meski rata-rata hotel di sana memang tidak mematok harga tinggi, namun kamu juga tidak perlu gengsian mencari penginapan. Yang terpenting adalah hotel yang bersih dan nyaman. Kami menyarankan, cari hotel yang berada di sekitar area penduduk. Sebab, selain dapat mengakses Bromo lebih dekat, kamu juga bisa menikmati suasana desa di wilayah Tengger yang terkenal dengan kebudayaan mistiknya itu.

Cari transportasi yang tepat
Berikut adalah beberapa pilihan transportasi berdasarkan posisi awal keberangkatan.

  1. Transportasi Dari Jawa Timur
    Bromo terletak di kawasan Taman Wisata Tengger-Semeru, Probolinggo, Jawa Timur. Dari Kota Surabaya, Bromo hanya berjarak 2-3 jam perjalanan motor. Jadi, bagi kamu yang tinggal di Jawa Timur sudah bisa memprediksi kapan akan berangkat. Sebaiknya, gunakan sepeda motor yang memiliki cc besar. Sebab, bila kamu memakai motor matic, selain boros bensin, juga akan menyulitkan ketika melewati tanjakan-tanjakan berbatu dan pasir khas Bromo.
    Bagi yang ada di Kota Surabaya, dapat menuju Bromo dari jam 11 malam. Ini dimaksudkan sebagai bentuk kalkulasi waktu persiapan melihat Milky Way. Jadi, bila berangkatnya jam 11 malam, diperkirakan akan sampai di Penanjakan 1 Bromo sekitar pukul 2-3 pagi. Ini adalah waktu yang tepat untuk menyaksikan Milky Way yang sangat terkenal itu. Biaya yang dikeluarkan untuk transportasi motor ini hanya Rp 85 ribu saja. Sekitar Rp 35 di antaranya sudah termasuk tiket parkir dan tiket masuk. Murah bukan?:)
  2. Transportasi Dari Luar Jawa Timur
    Ada beberapa jenis transportasi yang dapat kamu gunakan bagi yang berada di luar Jawa Timur, yakni kereta api, pesawat dan mobil/bis pariwisata. Bila kamu naik kereta api dari Jakarta, ambil kerata malam. Kamu akan tiba di Kota Malang jam 8 pagi. Harga tiket biasanya 100 ribuan untuk kelas Ekonomi AC. Dari Kota Malang kamu dapat naik bis ke Probolinggo dengan tarif Rp 14ribu- Rp 25ribu saja. Atau bila ingin tetap memakai jasa kereta api, kamu dapat naik kereta jurusan Malang-Probolinggo dengan harga sekitar Rp 20 ribuan. Bila kamu dari Yogyakarta, tarif naik kereta ke Probolinggo hanya Rp 35 ribu saja. Nah, dari Probolinggo ke Bromo kamu dapat naik ‘elf.’ Tapi jangan lupa, elf ini hanya tersedia sampai jam 3 sore saja. Di atas waktu itu, elf akan sulit ditemukan dan bila ada mungkin harganya bisa dua kali lipat. Tarif naik elf dari Probolinggo-Bromo hanya Rp 25 ribuan.
    Setelah berada di kawasan wisata Taman Tengger-Semeru, kamu dapat memilih angkutan jeep (Baca: Sewa jeep Bromo) untuk berkeliling padang gurun Bromo. Harganya hanya Rp 600 ribu untuk ke dua lokasi penanjakan. Dan, bila kamu ingin ke Padang Berbisik, sewa jeepnya sekitar Rp 750 ribu (harga nego).

Sediakan kamera yang bagus
Ini wajib untuk dipenuhi! Pasalnya, bila ingin berwisata ke Bromo tapi tidak membawa kamera mumpuni, percuma dan buang-buang waktu. Bromo adalah gunung yang indah dan punya banyak spot dan fenomena yang wajib diabadikan. Sunset Bromo yang indah, luasnya hamparan padang pasir di kaki Bromo, hingga fenomena Milky Way Bromo yang sangat cantik di malam hari sangat sayang bila dilewatkan begitu saja tanpa pengambilan gambar.

Selain itu, bila kamu datang ke Bromo pada bulan Agustus, akan ditemui acara adat khas masyarakat Tengger, yakni Upacara Yadnya Kasodo. Ini adalah acara tahunan masyarakat Tengger yang terkenal hingga ke seluruh dunia.

Tips Backpacker ke Bromo

Perjalanan backpacker ke Bromo lebih enak bila dilakukan beramai-ramai. Sebab, selain lebih menyenangkan, harga dan segala macam tarif dapat diminimalisir. Beberapa paket wisata di Bromo banyak yang menawarkan harga diskon buat mereka yang datangnya ramai. Itu lah beberapa tips backpacker ke Bromo yang perlu kamu ketahui. Selamat jalan-jalan, ya

admin