Tag Archives: bromo

puncak mentigen bromo

Puncak Mentigen Bromo

Puncak Mentigen Bromo

puncak mentigen bromoPuncak Mentigen Bromo, Tempat Alternatif Menikmati Sunrise di Bromo.
Puncak Mentigen Bromo merupakan tempat alternatif lain untuk menikmati panorama matahari terbit di Gunung Bromo. Hampir semua wisatawan yang mengunjungi Bromo bertujuan untuk melihat pemandangan sunrise dan sunset yang mempesona. Selama ini Puncak Pananjakan adalah tempat utama untuk menikmati pemandangan tersebut.

Belum banyak pengunjung yang mengetahui jalur alternatif Puncak Mentigen untuk menikmati sunrise dan sunset di Bromo. Beberapa orang yang mengunjunginya menyebutnya dengan Puncak Pananjakan 2. Tempat ini lebih mudah ditempuh, karena berada lebih dekat dengan hotel. Jarak yang cukup dekat itu dapat dicapai dengan berjalan kaki, tanpa harus menyewa Jeep. Meskipun demikian, pemandangan alam yang disuguhkan dari Puncak Mentigen tidak jauh berbeda dari Puncak Pananjakan.

Baca: Panorama Bromo yang Mempesona

Puncak Mentigen, Alternatif Mudah Menikmati Sunrise
Puncak Mentigen Bromo berada di salah satu perbukitan di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kebupaten Probolinggo. Dari sisi ini pengunjung dapat melihat pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok dan hamparan lautan pasir dari ketinggian 2.273 meter dari atas permukaan laut.

Saat matahari mulai naik dan kabut hilang perlahan, wisatawan akan disuguhi pemandangan awan-awan yang menggantung di atas lautan pasir. Dari kejauhan tampak Jeep berjejer menanti penumpang yang akan menyewa untuk diantarkan ke tempat wisata di sekitar Bromo.

Pemandangan dari puncak ini di sore hari saat matahari tenggelam juga sangat menawan. Ini dikarenakan tidak ada perbukitan tinggi yang menghalangi di kanan kiri. Jadi pandangan pengunjung dapat luas ke depan. Selain itu, di Puncak Mentigen terdapat padang rumput hijau yang luas dan ditumbuhi bunga-bunga indah. Banyak pasangan yang menjadikan tempat ini sebagai latar foto prewedding.

Para wisatawan memilih Puncak Mentigen sebagai tempat menikmati sunrise dengan alasan takut terlambat bangun pagi. Memang jika ingin menikmati sunrise di Puncak Pananjakan, wisatawan harus siap pukul 3 dini hari untuk mendaki. Sebab terlambat sebentar saja, pemandangan sunrise yang menakjubkan dapat terlewatkan.

Baca juga opsi lain menikmati sunrise:
Bukit Kingkong Bromo
Bukit Cinta alternatif melihat sunrise
Puncak penanjakan 2 seruni

Faktor lain tempat ini menjadi pilihan, karena jalur pendakiannya tidak sesulit melalui Puncak Pananjakan. Jarak tempuh yang harus dilewati hanya 1 kilometer dengan kontur jalan yang tidak terlalu terjal dan berbatu. Jadi siapa pun dapat mendaki dengan mudah, karena cukup dengan 30 menit berjalan kaki. Itu sebabnya tempat ini sangat cocok dikunjungi jika Anda mengunjungi Bromo bersama keluarga untuk melihat sunrise. Pihak Taman Nasional Bromo-Semeru terus mengembangkan kawasan ini menjadi lebih baik, agar semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Akses Menuju Puncak Mentigen
Bagi wisatawan yang hobi trekking dapat menempuh tempat ini dengan berjalan kaki sejauh 8 kilometer dari Cemara Lawang. Tapi yang ingin praktis bisa menyewa Jeep menuju Puncak Mentigen. Sebenarnya tempat ini berada tidak jauh dari penginapan di Cemara Lawang. Jadi bagi pengunjung yang memang ingin mengeksplor Bromo, dapat menginap di hotel yang ada di sekitar lokasi.

Puncak Mentigen Bromo

Bagi Anda yang tidak mau repot berwisata ke Bromo dapat memanfaatkan jasa agen travel. Tentunya liburan Anda akan lebih berkualitas, karena semua akomodasi sudah disediakan dengan lengkap. Tempat wisata Bromo yang dikunjungi juga lebih banyak, bahkan Anda akan dibawa menuju spot-spot wisata Bromo yang belum banyak diketahui wisatawan. Misalnya saja Puncak B29 yang berada di ketinggian 2.400 mdpl dan terletak di sebelah timur Gunung Bromo. Dari tempat ini semua pemandangan Gunung Bromo dapat terlihat secara utuh. Jumlah pengunjung yang mendatangi Puncak B29 juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jadi tidak ada salahnya mengunjungi Puncak Mentigen Bromo dengan menyewa agen travel.

Panorama Bromo yang Mempesona

Panorama Bromo yang Mempesona

Panorama Bromo yang MempesonaPanorama Bromo yang Mempesona
Sebagai tempat tujuan wisata favorit, panorama Bromo memang sangat mempesona. Keindahan gunung ini sangat terkenal hingga ke mancanegara. Dari puncak Pananjakan, wisatawan dapat menikmati keindahan matahari terbit di ketinggian Bromo. Dengan latar depan Gunung Semeru yang mengeluarkan asap dan terpaan sinar matahari di waktu fajar menciptakan pemandangan luar biasa yang wajib diabadikan dengan kamera.

Sejarah Gunung Bromo
Mengulang kembali akan Sejarah Gunung Bromo yang telah kita bahas sebelumnya, di ceritakan kisah singkatnya:
Kata Bromo sendiri berasal dari kata Brahma yang merupakan salah satu dewa utama umat Hindu. Masyarakat asli yang mendiami Bromo adalah orang-orang Majapahit yang melarikan diri ketika kehancuran kerajaan tersebut. Sebagian lagi melarikan diri ke pulau Bali. Itu sebabnya kedua tempat tersebut masyarakatnya sama-sama memeluk agama Hindu.

Masyarakat Hindu yang berada di Bromo dikenal dengan sebutan suku Tengger. Nama ini dipercaya berasal dari mitos Roro Anteng dan Joko Seger. Termasuk upacara Yadnya Kasada yang merupakan bentuk persembahan masyarakat Tengger pada dewa gunung, berdasarkan mitos Roro Anteng dan Jaka Seger.

Konon pasangan suami istri tersebut lama tidak memiliki keturunan. Kemudian, mereka memohon bantuan kepada dewa gunung untuk diberi keturunan. Menurut perjanjian mereka akan dianugerahi 24 anak, namun yang lahir 25 anak. Akhirnya, anak bungsu mereka yang bernama Jaya Kusuma dikorbankan ke dalam kawah Bromo untuk menenangkan amarah dewa gunung. Selanjutnya, mereka memerintahkan masyarakat Tengger untuk selalu memberi persembahan hasil bumi sebagai ganti korban.

Baca juga: Aktivitas Gunung Bromo

Tempat Wisata Gunung Bromo
Dibalik cerita ironi Gunung Bromo, pemandangan yang disajikan Bromo menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Ada beberapa tempat di Bromo yang wajib dikunjungi, seperti berikut.

  • Kawah Gunung Bromo
    Tempat ini merupakan tempat utama di Gunung Bromo yang wajib dikunjungi. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dapat menyewa Jeep yang ada di parkiran kendaraan. Pilihan lain adalah menggunakan kuda atau berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer. Sebelum menaiki 250 anak tangga, pengunjung akan melewati Pura Luhur Poten dan ladang berpasir.Kawah gunung juga menjadi puncak upacara Yadnya Kasada, saat suku Tengger melemparkan persembahan. Cerukan dengan garis tengah 800 meter (utara selatan) dan 600 meter (timur barat), ini sangat indah saat Bromo tenang.
  • Pasir Berbisik
    Tempat ini berupa hamparan lautan pasir hitam yang luas dan indah. Lokasinya berada di sekitar kaldera gunung, tepatnya di bagian timur tempat wisata Bromo. Pasir berbisik menjadi sangat terkenal setelah dijadikan latar dalam film berjudul sama “Pasir Berbisik” yang dibintangi Dian Sastrowardoyo. Di tengah lautan pasir, terdapat Pura Luhur Poten yang berbentuk candi.
  • Puncak Pananjakan
    Puncak Pananjakan adalah lokasi terbaik untuk menikmati panorama Bromo yang sesungguhnya. Tempat ini selalu ramai menjelang fajar tiba, sebab para wisatawan menunggu munculnya matahari terbit. Pemandangan sunrise dengan latar Gunung Semeru memang sangat menakjubkan.Untuk mencapai puncak, Anda dapat menyewa Jeep dari parkiran atau menunggang kuda (Sewa kuda Bromo). Jika fisik masih kuat, perjalanan bisa ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer dengan rute menanjak.
  • Bukit Teletubbies
    Bukit ini merupakan padang savannah yang hijau, mirip seperti di film anak-anak, Teletubbies. Hamparan rumput yang hijau dikelilingi perbukitan menciptakan keindahan alam yang menakjubkan. Pemandangan ini melengkapi kesempurnaan alam Gunung Bromo. Di sini pengunjung dapat bersepeda dan trekking. Hobi fotografi juga dapat disalurkan dengan mengabadikan latar Bukit Teletubbies.

Demikian, beberapa keindahan panorama Bromo yang layak dikunjungi dan diabadikan dalam kamera Anda.

Aktivitas Gunung Bromo

Aktivitas Gunung Bromo

Aktifitas Gunung BromoAktivitas Bromo yang Membawa Berkah dan Musibah
Lava Gunung Bromo memang berbahaya dan mematikan. Ini dikarenakan Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi aktif yang terletak di Propinsi Jawa Timur. Bahkan, saat ini gunung tersebut tengah bersiap-siap melepaskan lava pijarnya. Meskipun demikian, Bromo adalah tujuan wisata populer di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.Secara administratif Gunung Bromo berada di empat wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Gunung ini memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan memiliki struktur permukaan yang terdiri dari lembah dan ngarai yang saling bertautan serta dikelilingi kaldera berupa lautan pasir seluas 5.300 hektar.Budaya di Gunung Bromo
Di Bromo berdiam suku Tengger yang masih mempertahankan kebudayaan aslinya. Salah satunya adalah anak laki-laki berambut gimbal yang dipercaya merupakan titisan dari nenek moyang. Rambut gimbal tersebut tidak boleh dipotong begitu saja. Harus diadakan upacara untuk memangkas rambut gimbal anak tersebut.Budaya lain yang berhubungan dengan mitos Tengger adalah upacara Yadnya Kasada. Pada hari ke-14 upacara Hindu Tengger tersebut, masyarakat suku Tengger akan mendaki puncak gunung dengan membawa sesaji atau persembahan berupa beras, sayuran, buah, bunga dan ternak. Persembahan ini diperuntukkan bagi para dewa gunung dengan melemparkan semua sesaji ke dalam kaldera gunung. Hal ini bertujuan untuk menenangkan amarah dewa gunung, agar tidak mengeluarkan lavanya yang membahayakan.

Para warga berani mengambil resiko mendaki lereng Gunung Bromo hingga ke kawah untuk melempar sesaji, karena percaya ritual tersebut akan membawa keberuntungan dalam kehidupan mereka. Sebelum membawa sesaji ke atas, umat Hindu Tengger bersembahyang di Pura Luhur Poten yang berada di padang pasir. Pura yang berupa candi tersebut memberi arti penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Hindu sekitar Bromo. Keunikan bangunan candi ini dengan candi Hindu lain di Bali adalah material bangunan yang digunakan berupa batu hitam dari gunung api. Sedangkan, candi Hindu Bali dibangun menggunakan bata merah.

Ritual Yadnya Kasada ini menjadi salah satu daya tarik wisata Bromo, terutama bagi wisatawan mancanegara. Banyak agen travel yang menawarkan paket wisata menyaksikan upacara Yadnya Kasada yang unik dan hanya terjadi setahun sekali.

Topik lain: Hotel di Kawasan Wisata Bromo

Aktivitas Letusan Gunung Bromo
Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Bromo sudah beberapa kali mengalami letusan. Tercatat pada tahun 2004 gunung ini meletus dengan dahsyat dan mengakibatkan dua korban jiwa akibat terkena lemparan batu dari letusan gunung. Kemudian pada tahun 2010, Gunung Bromo berada di status ‘waspada’ karena meningkatnya aktivitas tremor dan gempa vulkanik dangkal yang terjadi di gunung.

Untuk tindakan pencegahan, seluruh warga yang bermukim di sekitar Bromo dan wisatawan diminta mengungsi, setidaknya menjauh di radius tiga kilometer dari kaldera. Hingga penghujung tahun 2010, daerah wisata Bromo tetap terlarang bagi pengunjung. Pada tanggal 26 November 2010, gunung berapi tersebut memuntahkan abu vulkanik.

Akhirnya pada Januari 2011, letusan gunung menyemburkan lava pijar dan asap yang ditimbulkan menyebabkan kawah gunung tidak terlihat. Dampak dari hujan abu vulkanik mengakibatkan aktivitas normal terganggu. Keprihatinan masyarakat lokal akan kerugian ekonomi dan kesehatan berlangsung dalam jangka panjang.

Baca: Sejarah Letusan Gunung Bromo

Di awal tahun 2016 ini Gunung Bromo kembali menggeliat dan bersiap-siap memuntahkan lava pijarnya. Hingga kini aktivitas pariwisata dan bandara domestik Malang masih ditutup, karena abu vulkanik yang membumbung ke angkasa. Akibat lava Bromo kegiatan wisata Bromo terhenti untuk sementara.