Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru

Sejarah Panjang Letusan Gunung SemeruSejarah Panjang Letusan Gunung Semeru
Semeru adalah salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa. Selain gunung tertinggi, gunung ini juga merupakan gunung berapi yang masih aktif hingga hari ini meskipun sudah meletus berkali-kali. Tercatat sudah ada kira-kira 45 letusan dari Gunung Semeru yang terjadi sebelum t ahun 1960 an. Karena merupakan gunung paling tinggi di Jawa, aktivitas letusan Gunung Semeru sangat dikhawatirkan dapat menyebabkan bencana yang membahayakan bagi masyarakat yang tinggal di Jawa.

Sejarah meletusnya Gunung Semeru
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Gunung Semeru adalah salah satu gunung berapi yang sangat aktif. Bahkan pada tahun 2016 ini gunung ini menunjukkan aktivitas yang membuat banyak orang waspada. Hingga saat ini Gunung Semeru memiliki status erupting meski jalur pendakian masih dibuka.

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru ini diketahui mulai tahun 1818, 11 tahun kemudian gunung ini kembali meletus, setelah itu gunung ini kembali melakukan erupsi pada tahun-tahun yang berdekatan yaitu 1830, 1832, 1836, 1838 hingga 1913. Total ledakan yang terjadi dari gunung ini sebelum tahun 1913 kira-kira adalah 40 kali. Setelah itu Gunung Semeru tidak menunjukkan aktivitasnya lagi. Aktivitas letusan Gunung Semeru ini kembali dimulai pada tahun 1941. Mulai tahuh tersebut Gunung Semeru terus menunjukkan aktivitasnya, hingga saat ini aktivitas dari gunung berapi ini terus menerus dipantau.

Ketika Gunung Semeru melakukan erupsi, gunung ini memiliki erupsi dengan sifat meletus artinya gunung akan melakukan ledakan yang kuat dalam sekali waktu. Setelah itu akan diikuti aktivitas yang terus menerus seperti aliran lava dan juga aliran proklastik.

info terkait lainnya: Legenda Gunung Semeru

Aktivitas berapi Gunung Semeru dari 2014
Pada tahun 2014, aktivitas gunung berapi ini dimulai pada Bulan September ditandai dengan adanya aktivitas strombolian. Aktivitas ini menyebabkan munculnya sebuah kubah lava mendatar yang terus membesar. Aktivitas pembesaran kubah lava ini masih terjadi hingga Bulan November 2014. Pada Bulan November tersebut terjadi kubah lava yang terbentuk ukurannya sudah mencapai diameter 100 hingga 200 meter.

Tahun 2015 pada bulan Juni, Gunung Semeru mulai melakukan aktivitas yang lebih mencolok. Hal ini ditandai dengan terjadinya letusan asap. Bulan November aktivitas di Gunung Semeru ini belum berhenti, malah kubah lava yang terjadi terus membesar. Aktivitas pembesaran kubah lava ini diikuti dengan adanya letusan letusan kecil dari lava tersebut.

Pada tahun 2016, aktivitas dari Gunung Semeru makin menjadi-jadi. Pada Bulan Februari, gunung ini mengeluarkan awan panas. Pada Bulan Juni tahun 2016, yang dikawatirkan bukan lagi pertumbuhan kubah lava tapi sudah mulai muncul lava yang meleleh dari sisi selatan dari Gunung Semeru. Beberapa bulan setelah aliran lava di sisi selatan, Gunung Semeru tidak menunjukkan aktivitas yang berarti hanya ada letupan letupan kecil dari kawah puncak dari gunung tersebut. Aktivitas dari gunung ini kembali terlihat pada Bulan Oktober kemarin dimana muncul kembali lelehan lava di bagian lereng selatan dari Gunung Semeru ini.

Status terbaru Gunung Semeru
Meski menunjukkan aktivitas pelelehan lava seperti yang terjadi pada Bulan Oktober kemarin, Gunung Semeru masih dianggap aman sehingga jalur pendakiannya masih dibuka. Meski ada 2 pendaki yang meninggal pada Bulan Oktober tersebut, gunung ini tetap dibuka untuk pendakian umum. Disebutkan bahwa kematian 2 pendaki ini bukan disebabkan karena aktivitas dari gunung melakinkan karena sakit. Meski melihat kondisi seperti ini tapi tidak sedikit orang yang ingin mengunjungi gunung berapi ini untuk menakhlukkannya.

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru

Demikianlah informasi tentang Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru, semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca, terimakasih.

admin