Monumen Tugu Malang

Monumen Tugu Malang

Monumen Tugu MalangKisah Monumen Tugu Malang dan Pesonanya.
Monumen Tugu Malang merupakan salah satu ikon terkenal Kota Malang sehingga tidak lengkap rasanya jika anda berkunjung ke Kota Malang dan tidak sempat selfie di Monumen Tugu Malang ini. Akan terasa lebih lengkap lagi jika anda berkunjung ke Monumen Tugu Malang ini dan telah mengetahui sejarah singkatnya.

Monumen ini terletak di tengah-tengah taman alun-alun tugu malang yang dulunya disebut sebagai alun-alun bunder karena bentuk landscapenya yang melingkar pada saat itu. Sebelum kemerdekaan, taman ini hanyalah sebuah taman sederhana dan Monumen Tugu Malang belum dibangun pada saat itu. Taman tersebut didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Batavia (Jakarta) yaitu Gubernur Jenderal Jaan Pieterzoen Coen dan dibangun untuk memperindah halaman gedung gubernur Hindia-Belanda. Nama jalan di sekitar taman tersebut pun diberi nama-nama gubernur jenderal yang pernah memerintah Hindia Belanda.

Monumen ini merupakan satu dari berbagai monumen sebagai bukti berbagai peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Kota Malang. Setahun setelah kemerdekaan yaitu tahun 1946, mulai ada inisiatif dari pemerintah saat itu untuk mendirikan tugu di tengah taman alun-alun bunder tersebut. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1946, peletakan batu pertama pembangunan Monumen Tugu Malang dilakukan dan monumen ini ditandatangani oleh Soekarno dan A.G. Suroto. Ketika tahap pembangunan Monumen Tugu Malang sudah mencapai 95% pada tahun 1947, para penjajah Belanda menghancurannya dalam Agresi Militer I karena mereka kesal dengan arek-arek Malang yang gigih mempertahankan wilayah mereka dari agresi tersebut. Pada tahun 1953, pembangunan Monumen Tugu pun dimulai kembali oleh Pemerintah Kota Malang dan akhirnya diresmikan kembali oleh Presiden Soekarno pada waktu itu. Monumen ini dibangun sebagai lambang perjuangan dan keberanian Rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Baca juga: Toko OEN Malang (Toko es krim bersejarah)

Terdapat beberapa pertimbangan dan arti dalam pembangunan Monumen Tugu Malang ini. Letaknya yang berada di tengah taman melambangkan pusat dari kelima penjuru arah dimana arah utama menuju gedung balai kota dan keempat arah lainnya menuju jalan raya raya yang terhubung oleh alun-alun ini. Puncak monumen ini berbentuk bambu tajam yang melambangkan bambu runcing dimana bambu runcing merupakan senjata utama yang digunakan Bangsa Indonesia dalam melawan para penjajah. Bunga teratai berwarna merah dan putih yang terletak di kolam tugu melambangkan keberanian dan kesucian yang sesuai dengan warna bendera Indonesia. Terdapat pula rantai yang melambangkan persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia. Selain itu, terdapat bintang yang terdiri dari 17 pondasi dan 8 tingkat, dan tangga yang berbentuk sudut 4 dan 5 dimana kombinasi angka-angka tersebut menjadi lambang tanggal kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Monumen Tugu Malang

Monumen Tugu Malang terletak di Jalan Tugu atau di seberang Stasiun Kereta Api Malang Kota Baru. Monumen ini dicat dengan warna hitam dan ditumbuhi aneka bunga dan pohon trembesi yang sangat rindang. Hal ini membuat area sekitar Monumen Tugu Malang menjadi salah satu ruang publik dan sebagai tempat rekreasi bagi warga Kota Malang. Terdapat beberapa bangunan terkenal di sekitar monumen ini yaitu Gedung DPRD Malang, Balaikota, Hotel Tugu, dan SMA Tugu. Suasana di malam hari dimana lampu-lampu warna warni yang menyala dan air mancur yang juga dinyalakan membuat monumen tersebut sangat indah untuk diabadikan dalam sebuah foto dan menjadikannya sebagai salah satu tempat yang tidak terlupakan untuk dikunjungi di Kota Malang. Itulah pesona Monumen Tugu Malang yang dapat anda kunjungi selama liburan di Malang.