Makanan Khas Gunung Bromo

Makanan Khas Gunung Bromo

makanan khas gunung bromoBerburu Kuliner Bromo dengan menu Makanan Khas Gunung Bromo yang menggoda Selera.
Tidak lengkap rasanya bila jalan-jalan tidak nemu makanan khas daerahnya. Banyak wisatawan justru menjadikan kuliner sebagai bagian dari wisata itu sendiri. Itulah sebabnya, setiap tempat wisata pasti akan dilengkapi fasilitas kuliner yang memadai. Tidak ketinggalan di Bromo tentunya, di sana juga tersedia beraneka ragam makanan khas gunung Bromo. Bila kamu ingin berwisata ke Bromo, jangan lewatkan beberapa makanan khas gunung Bromo berikut.

Lezatnya Nasi Aron
Wah, kalau sudah bicara Nasi Aron, bawaannya pengen segera menyantapnya. Ya, nasi yang satu ini sangat unik. Ini adalah nasi khas daerah Tengger. Meski memakai kata ‘nasi’, namun bahan dasarnya bukan dari beras, melainkan dari jagung. Nasi Aron memiliki beberapa keistimewaan seperti, tahan lama, lebih kental, lebih kenyang, dan mampu menghangatkan badan. Ketahanan nasi Aron sudah tidak diragukan lagi. Nasi ini bisa awet hingga 1 minggu lamanya.

Bukan itu saja, Nasi Aron ternyata juga bernilai gizi tinggi. Pasalnya, selain sebagai menu utama, nasi ini mampu menjadi obat diabetes. Sebab, sayur yang menemani nasi ini adalah sayur daun ranti. Sayur daun ranti terkenal sangat pahit sekali. Meskipun pahit, namun punya khasiat dalam menurunkan kadar gula darah, lho. Nasi Aron juga disuguhkan dengan balutan sambal yang super pedas. Jadi, di dalam menu yang satu ini rasa pedas, gurih dan pahit menyatu dengan suasana dingin wilayah Bromo. Nasi Aron juga biasa dihidangkan dengan beberapa lauk seperti tempe, tahu, dan ikan laut.

Lokasi penjual Nasi Aron ini tidak banyak diketahui orang. Penjualnya hanya dapat ditemui di Desa Seruni yang berada di lereng Bromo, di dekat kawasan penanjakan 2 Bromo. Harganya juga sangat murah.

Sawut Kabut Bromo yang Menggoda
Makanan khas Bromo yang satu ini sering dijumpai pada acara-acara adat masyarakat Tengger. Bahan dasar makanan ini adalah Ubi Pohon. Ubinya juga bukan ubi sembarangan, melainkan ubi pilihan masyarakat Tengger. Bentuk makanan ini ada yang menyerupai gunung, kerucut atau gumpalan kecil-kecil.

Rasa Sawut Kabut Bromo berbeda-beda untuk masing-masing daerah di sekitar Bromo. Hal ini dikarenakan jenis ubi pohon yang tumbuh di daerah yang berbeda juga punya rasa dan kegurihan berbeda. Biasanya, di bagian atas/pucuk Sawut, terdapat buah murbei hitam, irisan daun pandan dan mutiara merah. Tujuannya adalah untuk menambah estetika tampilan Sawut.

Untuk mendapatkan makanan yang satu ini tidak lah sulit. Kamu cukup mendatangi pusat kota Probolinggo dan pasar-pasar yang ada di sana. Makanan ini sudah dikenal luas hingga ke manca negara sebagai makanan khas masyarakat Tengger.

Baca: Objek Wisata sekitar Gunung Bromo

Iga Bromo yang Unik
Dibilang unik, karena Iga Bromo sering disebut juga Iga Pasir. Konon kabarnya, asal muasal nama ini adalah dari cara membuatnya yang pada tungkunya terdapat pasir. Rasa Iga yang pedas dan panas, sangat cocok dimakan bila berpadu dengan dinginnya suasana Bromo. Penjual Iga Pasir terdapat di warung-warung di kaki gunung Bromo.

Selain tiga jenis makanan khas Bromo di atas, tentu kamu juga ingin tahu oleh-oleh kuliner khas Bromo. Tidak salah lagi, kamu harus membaca beberapa pilihan oleh-oleh kuliner khas Bromo berikut.

Kerupuk Kentang Gunung Bromo
Keripik kentang gunung Bromo sangat khas rasanya. Keripik ini diolah secara tradisional dan alami. Harganya hanya Rp 100 ribu/ kilo nya.

Minuman Herbal Pokak
Jalan-jalan ke Bromo memang kaya nilai gizinya. Selain Nasi Aron, minuman Pokak merupakan menu khas Bromo yang sekaligus dapat menjadi obat. Minuman ini berbahan dasar Jahe, Gula, Keningar, Daun Pandan, Cengkeh dan Serei. Bahan-bahan dari alam tersebut dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik, ginjal, batuk, kepala pusing dan menghangatkan badan. Untuk satu gelas Pokak, kamu hanya akan membayar Rp 20 ribuan saja. Harga yang sangat murah untuk minuman tradisional bernilai gizi tinggi.

Makanan Khas Gunung Bromo

Bagi kamu yang ingin ke Bromo, jangan lupa mencicipi beberapa jenis minuman dan makanan khas gunung Bromo di atas. Jadi, jalan-jalan ke Bromo bukan saja untuk menikmati pemandangannya tapi juga kulinernya. Dijamin, kamu gak bakal mau pulang deh.