Lumpur Lapindo Sidoarjo

Lumpur Lapindo Sidoarjo

Lumpur Lapindo SidoarjoLumpur Panas Lapindo, dari Bencana Menjadi Tempat Wisata Unik di Indonesia.
Lumpur Lapindo Sidoarjo menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dari dalam ataupun luar provinsi Jawa Timur. Tempat wisata ini lahir bersama dengan beribu tangisan warga yang kehilangan tempat tinggal karena landasnya rumah yang mereka miliki di sekitar lokasi ini. Tidak hanya rumah, persawahan seluas 12 hektar yang merupakan mata pencaharian sekaligus aset warga setempat telah tertutup oleh luapan Lumpur Panas Lapindo yang terjadi pada tanggal 5 Juni 2006. Ini adalah peristiwa semburan pertama yang terjadi di Desa Renokenongo dan Jatirejo.

Apakah bencana terjadi sekali itu saja? Tidak! semburan Lumpur Panas Lapindo terjadi bertubi-tubi hingga 12 kali pada November 2008. Daerah yang menjadi sasaran semburan pun melebar tidak hanya di dua desa tersebut saja. Pada incident semburan selanjutnya beberapa daerah lain yang menjadi korban adalah Desa Siring, Kedung Bendo, Ketapang, Mindi, Sentul, Pajarakan, Kesambi, dan lain sebagainya dengan total ribuan warga yang di evakuasi.

Baca, info menarik lainnya:
– Pantai Ria Kenjeran Surabaya
– Wisata Religi Makam Sunan Ampel

Bencana ini menuai respon serius dari warga setempat. Mereka menuntut pihak terkait dan juga pemerintah agar turut ber-empati pada apa yang mereka alami. Namun, semua tidak berjalan mulus. Apa pengaruh suara rakyat kecil jika di hadapkan dengan keinginan konglomerat dan juga pejabat yang tidak sejalan? Meski suara para korban Lumpur Panas Lapindo habis berteriak meminta keadilan, hasilnya adalah nothing!.

Tenggelam dalam keputusasaan bukanlah tabiat sejati bangsa Indonesia. Warga sekitar Lumpur Lapindo Sidoarjo mulai move on dan mencari ide bagaimana agar pusat bencana ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para warga dan menghasilkan income tambahan bagi mereka. Dari situ, ide meng-komersil-kan tempat ini muncul dan lambat laun bisa mengikis rasa sakit atas ketidak adilan yang di dapatkan. Di lokasi ini, beberapa yang bisa Anda nikmati adalah:

  1. Pemandangan tanah yang mulai retak-retak, tampak gersang dan tidak sehat namun masih terkesan eksotis. Di sekitaran pusat semburan, para wisatawan bisa menikmati pemandangan lumpur yang mengeras mengitari pusat buih panas Lapindo.
  2. Pada 29 Mei 2014, warga setempat mengadakan peringatan 8 tahun tragedi Lumpur Panas Lapindo. Dadang, seorang seniman asal Tegal berinisiatif membuat patung-patung warga yang terbuat dari lumpur. Pose patung-patung tersebut sangat beragam, ada yang sedang memasak, ada ibu-ibu yang memegang peralatan dapur, si bapak yang mencangkul, dan sebagainya. Patung tersebut ditancapkan setengah badan di area lelumpuran. Wisatawan yang datang bisa berfoto dengan background yang unik di lokasi wisata yang satu ini.
  3. Jika tempat wisata lain hadir karena kebahagiaan, Lumpur Panas Lapindo memulai hari-harinya dengan kemuraman, kemarahan, kebencian dan keputusasaan. Dari situ, agar masyarakat ingat atas ketidak adilan yang menimpa masyarakat setempat, pada tanggal 29 Mei 2014 dibuatlah Monumen Tragedi Lumpur Lapindo dengan isi yang sangat menyayat hati. Monumen ini bisa Anda temukan di sekitara lokasi.

Mayoritas para wisatawan yang datang ke lokasi ini adalah mereka yang sedang dalam perjalanan ke Malang, Pasuruan ataupun ke Bromo. Mereka akan berhenti sejenak, transit di lokasi yang tidak jauh dari Surabaya ini. Untuk masuk ke lokasi Lumpur Panas Lapindo, wisatawan dikenakan 3 pungutan biaya, pertama adalah jasa parkir dan tiket masuk sebesar 15 ribu per orang, kedua adalah jasa ojek ke pusat semburan lumpur (tidak ada service gojek disini) sebesar 25 ribu per orang, dan jasa keamanan untuk sampai ke pusat semburan 5 ribu per orang. Jadi total pengeluaran yang Anda keluarkan ketika berkunjung ke lokasi ini adalah 45 ribu per orang.

Lumpur Lapindo Sidoarjo

Lumpur Lapindo Sidoarjo akan menjadi salah satu destinasi wisata yang unik dan berbeda dari wisata yang lain di Indonesia. Dengan aroma khas belerang Anda akan merasakan betapa teririsnya hati warga setempat yang menjadi korban Lumpur Lapindo tanpa keadilan sedikitpun.

admin