Kawah Gunung Bromo

Kawah Gunung Bromo

kawah gunung bromoSudah pernahkah anda mendengar atau bahkan mengunjungi kawah gunung Bromo? Nah, kawah ini terletak di kawasan gunung Bromo di daerah Probolinggo, propinsi Jawa Timur. Jika anda sedang berwisata ke gunung Bromo, tentu anda tidak mau kan melewatkan kesempatan melihat keindahan panorama kawah ini? Kawah gunung ini konon katanya merupakan letusan dari gunung Tengger. Kawah ini memiliki diameter sekitar 600 meter dari timur ke barat, dan 800 meter dari utara ke selatan.

Untuk mencapai kawah ini, setelah anda melihat matahari terbit di Bukit Cinta atau di Bukit Kingkong, anda akan di arahkan menuju parkiran mobil jeep di area lautan pasir, kemudian anda bisa berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer atau memanfaatkan jasa sewa kuda yang banyak ditawarkan di sekitar kawah. Anda kemudian akan diantarkan sampai menuju anak tangga yang berjumlah dua ratus lima puluhan. Jalan yang anda lalui yaitu berupa pasir  dimana anda juga akan melewati Pura suci poten Bromo suku Tengger, yang pada umumnya digunakan untuk Upacara Kasodo atau Yadnya Kasada.

Tepat berada di puncak kawah, anda akan bisa menyaksikan fenomena gunung api vulkanik yang tentu saja masih aktif. Dari puncak sinilah, anda juga bisa melihat hamparan pasir yang amat luas. Selain itu anda juga bisa melihat gunung Semeru yang merupakan gunung paling tinggi di pulau Jawa.

Sejarah kawah gunung Bromo
Kawah gunung Bromo yang bisa anda saksikan sekarang ini merupakan kawah yang berasal dari letusan dahsyat gunung Tengger. Gunung Tengger merupakan gunung tebesar dan tertinggi pada masa tersebut dengan ketinggian mencapai 4000 mdpl. Akibat dari letusan gunung tersebut, maka terciptalah sebuah kadera yang memiliki diameter sekitar Sembilan kilometer yang sekarang ini disebut dengan padang pasir. Dikarenakan gunung berapi tersebut masih aktif, maka keluarlah sebuah lorong magma yang kemudian membentu deretan gunung-gunung seperti gunung Bathok, gunung Kursi, gunung Bromo, gunung Widodaren, dan juga gunung Watangan.

Baca: Sejarah Gunung Bromo

Pada saat ini gunung Bromo memiliki kawah dengan diameter sekitar 600 meter dari timur ke barat dan juga 800 meter dari utara ke selatan. Akan tetapi kawah ini juga memiliki zona berbahaya yang berbentuk berupa lingkaran yang memiliki jarak sekitar empat kilometer dari pusat kawah bromo ini. Gunung Bromo memiliki ketinggian sekitar 2.329 mdpl. Lokasinya terletak tepat disebelah gunung Bathok sehingga membuat pemandangan di sini dan daerah sekitarnya menjadi sangat indah.

Tradisi di gunung Bromo
Gunung Bromo memiliki sejarah yang panjang yang tentu saja berkaitan dengan eksistensi suku asli gunung bromo yaitu suku Tengger. Pada jaman dahulu, suku Tengger ini mendiami gunung Tengger, sebelum kemudian meletus dan membuat mereka melakukan migrasi besar-besaran ke daerah gunung Bromo. Suku Tengger memiliki sebuah tradisi yang masih dijaga sampai sekarang yaitu Upacara Kasodo atau Yadya Kasada. Upacara tersebut dilaksanakan untuk menghormati leluhur mereka yaitu Raden Kusuma yang telah berkorban banyak untuk masyarakat Tengger. Menurut cerita yang beredar, upacara Kasodo ini merupakan sebuah perjanjian antara masyarakat Tengger dengaan roh Raden Kusuma untuk memberikan sesajen dengan melempar beberapa hasil bumi ke bibir kawah tepat pada tanggal empat belas pada bulan Kasada. Sampai saat ini, upacara ini masih sering dilakukan yang dipimpin secara langsung oleh dukun atau sesepuh yang terkenal di daerah Tengger itu sendiri. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, dengan persebaran agama Islam yang pesat di daerah Tengger, upacara tersebut digunakan sebagai cara mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan karena sudah diberi hasil panen yang melimpah ruah dengan tidak meninggalkan tradisi melempar hasil panen ke kawah gunung Bromo tersebut.

Kawah Gunung Bromo

Setelah dari anda melihat kawah Gunung Bromo, trip selanjutnya adalah menuju Padang Rumput Savana dan Pasir Berbisik, begitulah untuk rute paket wisata bromo kali ini. Jika anda tertarik dengan objek wisata bromo yang satu ini, datang dan nikmati keindahan alam yang tiada duanya.