Fenomena Milky way di Bromo

Fenomena Milky Way di Bromo

Fenomena Milky way di BromoBromo Punya Milky Way
Setiap gunung punya pesonanya sendiri. Pesona yang dimiliki dapat berupa hamparan pemandangan yang khas, ketinggian, mitos, hingga tingkat kesulitan jalur pendakian/akses menuju puncak. Tidak ketinggalan, Bromo juga punya pesonanya sendiri. Salah satu pesona khas Bromo adalah fenomena Milky Way. Milky Way di Bromo adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Selain hamparan gurun pasirnya yang luas serta pemandangan sunset yang sangat indah pada penanjakan 1, fenomena Milky Way di Bromo punya dayat tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang ke sana.

Baca: Pesona keindahan Gunung Bromo

Tunggu Dulu, Milky Way itu Apa?
Ya, Milky Way bukan istilah yang biasa didengar. Istilah ini hanya akrab di telinga sarjana astronomi, ilmuan fisika, mahasiswa jurusan eksakta dan pakar-pakar ilmiah lainnya. Milky Way adalah kumpulan milyaran bintang dan debu gas dalam volume besar yang berada di piringan galaksi yang kita tinggali. Jumlah bintang di galaksi Milky Way berkisar antara 200-400 milyar. Diameternya berukuran 100 ribu tahun cahaya dan memiliki ketebalan seribu tahun cahaya. Bentuk Milky Way adalah seperti spiral. Bayangkan, betapa luasnya Milky Way ini.

Baca topik lain: Makanan Khas Gunung Bromo

Milky Way, istilah dalam bahasa Inggris ini berasal dari asumsi orang barat yang melihat galaksi seperti ‘pita kabut bercahaya putih’ yang membentang di bola langit. Dalam bahasa Yunani, Milky Way berasal dari kata Galaxies atau Via Lactea dalam bahasa Latinnya. Arti dasar Milky Way adalah ‘susu’. Hal ini dikarenakan, bila diamati secara seksama, galaksi yang kita huni ini tampak seperti tumpahan susu di langit. Di Indonesia , Milky Way sering disebut galaksi ‘Bima Sakti.’ Istilah Bima Sakti awalnya berasal dari kepercayaan Jawa. Dalam asumsi orang Jawa, piringan galaksi tampak seperti gambar tokoh Mahabharata, yakni Bima yang sedang dililit ular. Itulah sebabnya, galaksi kita ini disebut dengan galaksi Bima Sakti.

Kapan Milky Way Bromo Dapat Dilihat?
Fenomena Milky Way di Bromo dapat dilihat pada jam 01.00- 4.00 dini hari. Biasanya, setiap malam di sepanjang musim kemarau (antara April-September), Milky Way dapat dinikmati dengan sempurna selama cuacanya cerah dan tidak hujan. Pada rentang waktu tersebut, dari lereng penanjakan 1 Bromo akan terlihat untaian lampu ‘langit’ membentang luas. Sungguh indah sekali.

Keindahan Milky Way Bromo sering menjadi objek fotografi oleh para fotografer. Termasuk kamu, bila ingin ke objek wisata gunung Bromo jangan cuma bawa kamera ala kadarnya. Sayang, bila keindahan Milky Way Bromo tidak sempat diabadikan. Dalam beberapa paket wisata ke Bromo, ada yang menawarkan paket Bromo Midnight. Nah, maksudnya adalah pelayanan paket wisata menikmati Milky Way ini. Biasanya. paket wisata Midnight Bromo berkisar selama 2 hari 1 malam. Secara rinci, alur perjalanan 2 hari 1 malam tersebut adalah sebagai berikut.

Hari Pertama
Hari pertama diawali dari penjempuatan di Bandara/lokasi kamu berada. Setelahnya kamu akan dibawa ke penginapan. Pada malamnya, akan diadakan persiapan melihat Fenomena alam Milky Way .

Hari Kedua
Persiapan Milky Way hari kedua biasanya dimulai dari pukul 23.00 WIB. Lokasi untuk melihat Milky Way hari kedua yang direkomendasikan adalah di penanjakan 1. Juga dari sini, kamu akan menyambut sunset pagi yang sangat indah.

Fenomena Milky way di Bromo

Dari 9 tempat melihat fenomena Milky Way yang ada di Indonesia, yakni dataran tinggi Dieng, Bromo, Gunung Gede di Bogor, Segara Anakan NTB, Desa Wae Rebo NTT, Pantai Gunung Kidul Yogyakarta, Pulau Kepa Alor, Ranu Kumbolo-Semeru, dan Tanjung Papuma di Jember, keindahan fenomena Milky Way di Bromo berada di peringkat kedua. Bahkan beberapa fotografer dunia menjuluki fenomena Milky Way gunung Bromo sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Bila cuaca mendukung, dari kejauhan, Bromo akan terlihat di kelilingi awan putih dan ditopang Milky Way di atasnya. Betapa luar biasanya fenomena Milky Way di Bromo ini!

admin