Candi Kidal Malang

Candi Kidal Malang

Candi Kidal MalangMenarik dan Uniknya Kisah Candi Kidal – Malang Jawa Timur.
Melakukan perjalanan ke sebuah candi mungkin bisa menjadi salah satu alternatif untuk masa libur atau akhir pekan anda, misalnya saja mengunjungi candi kidal di Jawa Timur. Anda bisa menikmati suasana di sekitar candi yang begitu khas dengan berbagai kisah legenda yang melatarbelakangi dibangunnya bangunan bersejarah tersebut. Mungkin anda yang tinggal tidak di daerah Malang cukup asing dengan nama candi Kidal Malang ini tetapi keunikannya masih cukup menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung.

Keunikan Candi Kidal dan Sejarahnya
Konon dibangunnya candi Kidal ini dilakukan untuk mendharmakan Raja Anusapati agar mendapatkan kemuliaan sebagai Syiwa Mahadewa. Di dinding candi kidal ini terdapat relief yang menggambarkan mitos tentang garuda dengan cerita lengkap atau pada masa itu dikenal dengan Garudheya. Dikisahkan di dalamnya bahwa Garudheya berhasil membebaskan ibunya dari perbudakan dengan tebusan sebuah air suci amerta atau dikenal juga sebagai air kehidupan.

Keberadaan relief mengenai kisah Garudheya merupakan salah satu amanat dari Raja Anusapati yang memiliki keinginan untuk meruwat ibundanya yaitu Ken Dedes. Dibandingkan dengan candi lainnya di Jawa, candi kidal memiliki relief mengenai Garuda atau Garudheya dengan penggambaran yang paling lengkap. Sehingga hal tersebut juga melengkapi keunikan dari candi tersebut.

Selain itu, keunikan lainnya adalah pengambilan nama kidal dikarenakan adanya relief di makan Raja Anusapati yang ditulis melawan arah jarum jam atau ke kiri. Hal tersebut menyebabkan candi ini dinamakan kidal yang mana dalam bahasa jawa diartikan sebagai kebiasaan menggunakan bagian kiri. Tentu kebiasaan penggambaran relief yang tidak lazim ini menjadi keunikan tersendiri dan tidak dimiliki oleh candi lainnya.

Mungkin memang candi ini terkesan sebagai candi kecil tetapi keunikan yang mengitarinya membuat bangunan bersejarah ini juga menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Bahkan berdasarkan sejarahnya setiap sudut lapisan bagian atap candi dipasangkan berlian kecil. Maka dapat dibayangkan betapa indahnya bangunan tersebut pada masa kejayaannya dulu. Tidak seperti candi lainnya, candi kidal tidak memiliki stupa di atasnya yang menjadi keunikan lain dari candi di Kota Malang ini.

Baca, candi lainnya:
Candi Singosari
Candi Jago (Jajaghu)

Menikmati Perjalanan ke Candi Kidal yang Unik
Anda tidak perlu khawatir karena dari Kota Malang candi kidal bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30-45 menit saat keadaan jalanan tidak terlalu macet. Sehingga anda juga harus memperhatikan jam berangkat agar tidak sampai terkena macet. Jalur yang diambil adalah jalur ke terminal Arjosari kemudian setelah melalui fly over ambil arah kiri atau timur menuju ke Tumpang. Sampai di gerbang Kecamatan Tumpang dan menemukan pertigaan setelah Rumah Sakit Sumber Sentosa maka candi tujuan berada 6 km dari sana. Sebenarnya anda juga bisa menggunakan transportasi umum tetapi mungkin akan sedikit repot karena harus berganti beberapa angkutan untuk bisa sampai ke lokasi candi kidal malang.

Candi Kidal Malang

Akses untuk menuju ke sana juga sudah nyaman sehingga anda bisa menikmati perjalanan dengan baik. Apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi mungkin akan lebih santai dan nyaman. Perlu anda perhatikan bahwa candi kidal malang ini dibuka untuk lokasi wisata mulai dari jam 07.00 sampai 17.00 dengan memberikan semacam iuran sukarela sebagai tiket masuknya karena belum ada ketentuan pasti dari pihak pengelola candi. Anda bisa berkunjung dan melihat bagaimana keunikan dari candi kidal ini, apalagi jika mengajak anak-anak maka perjalanan tersebut akan bisa sekaligus mengajarkan sejarah kepada mereka

admin