Candi Jago (Jajaghu) Malang

Candi Jago (Jajaghu) Malang

Candi Jago (jajaghu) MalangBagi Anda sekeluarga yang sedang mengunjungi atau berlibur ke Malang, cobalah untuk mengunjungi candi jago (jajaghu) Malang. Nah, apakah Anda baru mendengar nama dari sebuah candi tersebut? Oke, kami jelaskan. Candi jago (jajaghu) ini berlokasi sekitar delapan belas kilometer dari timur kota apel yakni berada di wilayah desa Tumpang, dusun Jago, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Selain dinamakan dengan nama candi jago, candi ini juga mempunyai nama lain seperti Candi Cungkup dikarenakan sebab merupakan nama yang biasanya masyarakat wilayah tersebut menamainya dan Candi Tumpang karena wilayahnya berlokasi di desa Tumpang. Nah, ketika Anda sekeluarga berwisata ke candi jago (jajaghu) malang ini Anda tidak perlu khawatir karena beberapa keunikan dan belajar mengenai sejarah pun dapat Anda sekeluarga dinikmati. Simaklah ulasan berikutnya mengenai hal seputar wisata di candi yang dinamakan candi jago (jajaghu) ini.

Sejarah Bangunan Candi
Memang candi ini disebut juga Jajaghu yang mempunyai makna keagungan dan biasanya digunakan untuk menyebut tempat yang suci. Menurut suatu kitab yakni kitab Nagara Kertagama pada pupuh empat dan juga gatra keempat, hal ini dapat dijlelaskan lebih karena pada agama Syiwa Budha merupakan agama yang sudah dianut oleh para leluhur dari Singosari yaitu seorang raja, bernama Raja Wisnuwardhana. Mungkin Anda bertanya-tanya agama syiwa budha, apakah itu? Nah, pada zaman dahulu agama tersebut ialah suatu aliran pada agama yang mana merupakan kombinasi dari agama yang beraliran budha dan hindhu. Dan, aliran ini pada akhirnya berkembang di wilayah Singosari saat kejayaan pemerintahann Kerajaan Singosari.

Baca, peninggalan kerajaan Singosari berikutnya: Candi Singasari (Sing0sari)

Selain itu adalah dilihat dari seni pada pahatan candi yang mempunyai pola padma atau teratai yang menjulur ini menjelaskan bahwa candi jago (jajaghu) mempunyai suatu ikatan dengan Kerajaan Singosari. Mengapa dikatakan demikian? Ya, karena lambang teratai ini hanya ada pada dinasati Kerajaan Singosari. Kemudian adalah candi ini merupakan candi yang bertujuan untuk dipersembahkan kepada Raja Kertanegara yang merupakan ayah dari Raja Jaya Wisnuwardhana.

Di lihat dari bangunannya bahwa candi mempunyai dasar dari bangunan yang mempunyai bentuk segi empat dengan ukuran yaitu 23 x 14 meter persegi. Selain itu adalah dengan tinggi bangunan dari candi yang tidak dapat dipastikan secara jelas dan pasti berapa ukurannya karena memang atap dari candi tersebut sudah hilang jadi memang tidak bisa dipastikan. Tetapi ada beberapa penelitian menjelaskan bahwa tingginya dapat mencapai angka lima belas meter. Menuju ke ornamen yang terdapat di candi bahwa di candi jago (jajaghu) ini banyak ornamen yang hampir serupa alias mirip dengan candi yakni Candi Panataran.

Hal Lain di Sekeliling Candi Jago (Jajaghu)
Saat Anda berkunjung ke candi Jago (Jajaghu) Malang, Anda sekeluarga akan melihat banyaknya arca yang mengelilingi seperti Syamatara, Sudanakumara, Bharakuti, dan Hayagriwa. Kemudian adalah di halaman dari candi ini terdapat suatu arca kecil yakni Bhariwa yang mana merupakan suatu perwujudan dari Adityawarman saak mengabdi di keraton yaitu Keraton Majapahit. Bukankah dari sini, sejarah akan kekayaan nusantara zaman dulu semakin menambah wawasan Anda akan hal tersebut? Sembari berwisata, segenap sejarah dapat semakin bertumbuh untuk Anda sekeluarga saat berwisata di Malang.

Candi Jago (Jajaghu) Malang

Nah, dari ulasan tersebut dapat menjadikan rekomendasi yang pas untuk Anda sekeluarga dalam mengunjungi dan berwisata di candi jago (jajaghu) di kota yang khas dengan apelnya, Malang