Aktivitas Gunung Bromo

Aktifitas Gunung BromoAktivitas Bromo yang Membawa Berkah dan Musibah
Lava Gunung Bromo memang berbahaya dan mematikan. Ini dikarenakan Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi aktif yang terletak di Propinsi Jawa Timur. Bahkan, saat ini gunung tersebut tengah bersiap-siap melepaskan lava pijarnya. Meskipun demikian, Bromo adalah tujuan wisata populer di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.Secara administratif Gunung Bromo berada di empat wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Gunung ini memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan memiliki struktur permukaan yang terdiri dari lembah dan ngarai yang saling bertautan serta dikelilingi kaldera berupa lautan pasir seluas 5.300 hektar.Budaya di Gunung Bromo
Di Bromo berdiam suku Tengger yang masih mempertahankan kebudayaan aslinya. Salah satunya adalah anak laki-laki berambut gimbal yang dipercaya merupakan titisan dari nenek moyang. Rambut gimbal tersebut tidak boleh dipotong begitu saja. Harus diadakan upacara untuk memangkas rambut gimbal anak tersebut.Budaya lain yang berhubungan dengan mitos Tengger adalah upacara Yadnya Kasada. Pada hari ke-14 upacara Hindu Tengger tersebut, masyarakat suku Tengger akan mendaki puncak gunung dengan membawa sesaji atau persembahan berupa beras, sayuran, buah, bunga dan ternak. Persembahan ini diperuntukkan bagi para dewa gunung dengan melemparkan semua sesaji ke dalam kaldera gunung. Hal ini bertujuan untuk menenangkan amarah dewa gunung, agar tidak mengeluarkan lavanya yang membahayakan.

Para warga berani mengambil resiko mendaki lereng Gunung Bromo hingga ke kawah untuk melempar sesaji, karena percaya ritual tersebut akan membawa keberuntungan dalam kehidupan mereka. Sebelum membawa sesaji ke atas, umat Hindu Tengger bersembahyang di Pura Luhur Poten yang berada di padang pasir. Pura yang berupa candi tersebut memberi arti penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Hindu sekitar Bromo. Keunikan bangunan candi ini dengan candi Hindu lain di Bali adalah material bangunan yang digunakan berupa batu hitam dari gunung api. Sedangkan, candi Hindu Bali dibangun menggunakan bata merah.

Ritual Yadnya Kasada ini menjadi salah satu daya tarik wisata Bromo, terutama bagi wisatawan mancanegara. Banyak agen travel yang menawarkan paket wisata menyaksikan upacara Yadnya Kasada yang unik dan hanya terjadi setahun sekali.

Topik lain: Hotel di Kawasan Wisata Bromo

Aktivitas Letusan Gunung Bromo
Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Bromo sudah beberapa kali mengalami letusan. Tercatat pada tahun 2004 gunung ini meletus dengan dahsyat dan mengakibatkan dua korban jiwa akibat terkena lemparan batu dari letusan gunung. Kemudian pada tahun 2010, Gunung Bromo berada di status ‘waspada’ karena meningkatnya aktivitas tremor dan gempa vulkanik dangkal yang terjadi di gunung.

Untuk tindakan pencegahan, seluruh warga yang bermukim di sekitar Bromo dan wisatawan diminta mengungsi, setidaknya menjauh di radius tiga kilometer dari kaldera. Hingga penghujung tahun 2010, daerah wisata Bromo tetap terlarang bagi pengunjung. Pada tanggal 26 November 2010, gunung berapi tersebut memuntahkan abu vulkanik.

Akhirnya pada Januari 2011, letusan gunung menyemburkan lava pijar dan asap yang ditimbulkan menyebabkan kawah gunung tidak terlihat. Dampak dari hujan abu vulkanik mengakibatkan aktivitas normal terganggu. Keprihatinan masyarakat lokal akan kerugian ekonomi dan kesehatan berlangsung dalam jangka panjang.

Baca: Sejarah Letusan Gunung Bromo

Di awal tahun 2016 ini Gunung Bromo kembali menggeliat dan bersiap-siap memuntahkan lava pijarnya. Hingga kini aktivitas pariwisata dan bandara domestik Malang masih ditutup, karena abu vulkanik yang membumbung ke angkasa. Akibat lava Bromo kegiatan wisata Bromo terhenti untuk sementara.

admin